google.com
Ya, bingkai ulang sudut pandang.
Saat seseorang terlalu sibuk, bisa jadi ada banyak keresahan yang sedang berusaha ia sembunyikan.
Saat seseorang marah-marah, mengertilah ada banyak Ketidaksesuaian yang sedang ia cerna.
Saat seseorang berderai tangis, anggap saja mungkin jiwanya sedang lelah.
Saat seseorang bahagia meluap-luap, kemungkinan besar telah banyak duri yang baru saja berhasil dilewati.
Saat seseorang menghilang, bisa saja ada banyak hal yang sedang ingin ia temukan.
Saat seseorang maju menjadi yang berkorban, hargailah ada lebih banyak pertimbangan yang menjadikannya urung berdiam.
Bingkai sudut pandang setiap orang sepenuhnya dikendalikan oleh diri sendiri.
Nampaknya setiap kita butuh untuk selalu "Reframing", melihat sebuah gelas yang berisi setengah dan menyebutnya setengah isi daripada setengah kosong. Menjadikan hati seluas lautan daripada sewadah mangkuk.
Mengingat kebaikan orang lain, melupakan kebaikan diri. Mengingat kesalahan diri, melupakan khilaf orang lain.
"...dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu), dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis, dan bahwasanya Dialah yang mematikan dan menghidupkan..." (QS An-Najm : 42-44)
Seseorang bisa menertawai kesedihan atau bahkan bahagia sampai menangis.
Apapun reaksi rasa manusia, Allah-lah yang memberi dan menghendakinya.
Karena hidup banyak rasa, kendalikan rasa dan prasangkamu antar sesama.
Allahu a'lam
Oleh: Safira Chairunnisa
The Real Young Muslim
Bagikan artikel ini bila bermanfaat. "Barangsiapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka dia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya" (HR. Muslim)
Sign up here with your email

Jika ada kesalahan silahkan berkomentar. Terima kasih telah saling mengingatkan dalam kebaikan dengan memberikan kritik dan saran. ConversionConversion EmoticonEmoticon