UKMKI Poltekkes Kemenkes Surabaya

Lembaga Dakwah Kampus Poltekkes Kemenkes Surabaya
Jl. Pucang Jajar Tengah 56 Surabaya

Jangan Tuntut Aku di Hari Kiamat

google.com

"Dunia itu ibarat seorang musafir yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat lalu dia pergi lagi" (HR. Tirmidzi)

Sahabatku ...
Hari Kiamat adalah hari yang besar. Hari dimana orang taat dan pelaku maksiat keduanya menyesal. Mereka yang taat menyesal, kenapa dulu tidak beramal lebih banyak dari apa yang telah dilakui. Pelaku maksiat, sesal mereka adalah sesal yang tak terperi. Sekiranya kami dulu mendengarkan dan merenungi, tentu kami tidak menjadi penghuni neraka ini, kata mereka.

Sahabatku ...
Mari kira renungkan kisah singkat berikut.
 Kisah tersebut tentang sahabat Nabi yang bernama Abu Darda RA dengan seekor untanya.

Abu Darda memiliki seekor unta yang ia beri nama Damun. Tidak pernah ia letakkan suatu barang yang tidak mampu dibawa oleh unta itu.

Apabila ada seorang yang meminjam si unta, Abu Darda berpesan, Engkau hanya boleh membawa barang ini dan ini padanya, karena ia tidak mampu membawa yang lebih banyak dari itu.

Ketika serasa ajal hendak datang menjemputnya, Abu Darda memandang untanya kemudian berkata, Wahai Damun, jangan kau musuhi aku esok di hadapan Rabbku”, jangan kau tuntut aku pada hari Kiamat kelak di hadapan Rabbku wahai Damun, begitu kiranya kata Abu Darda. Karena demi Allah, aku tidak pernah membebankan kepadamu kecuali yang engkau sanggupi”, tutupnya.

Semoga Allah meridhai Abu Darda, dan mengampuni kesalahannya.

Tentu kita teringat akan diri kita. Suami akan teringat kepada istrinya, dan istri merenungkan adakah kata yang telah membebankan suami.

Adakah kita sebagai suami memberi beban yang tidak mampu diemban istri? Adakah kita sebagai istri menuntut sesuatu yang terasa berat bagi suami? Adakah kita mengusahakan sesuatu di dunia ini, yang nanti kita akan menyesali Seandainya dulu aku tidak melakukan hal ini

Abu Darda RA, seorang yang shaleh, menghisab dirinya atas ontanya, tentu kita lebih layak lagi berkaca dan mengoreksi diri.

Wahai Damun, jangan kau musuhi aku esok di hadapan Rabbku. Karena demi Allah, aku tidak pernah membebankan kepadamu kecuali yang engkau sanggupi.

Kisah Abu Darda ini diambil dari potongan khotbah Jumat Syaikh Shalih bin Thaha Abdul Wahid.

Saudaraku ...
Kisah di atas menjadi inspirasi bagi kita untuk saling menasehati, mengajak dan memotivasi untuk terus berada dalam kebaikan. Dan adakalanya ajakan itu diterima dengan lapang dada, akan tetapi tidak sedikit juga yang mencibirnya.

Saudaraku ...
Kalian semua menjadi saksi bahwa kami sudah mengajakmu untuk selalu berada dalam kebaikan demi menunaikan amanah dari Allah. Sehingga tidak ada lagi yang menuntut kami kelak di hari Kiamat.

Allahummasyhad Wahai Allah. Saksikanlah ...
Wallahualam.

Oleh: Ust.M.Shafwan Ellomboki

Bagikan artikel ini bila bermanfaat. "Barangsiapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka dia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya" (HR. Muslim)
Previous
Next Post »

Jika ada kesalahan silahkan berkomentar. Terima kasih telah saling mengingatkan dalam kebaikan dengan memberikan kritik dan saran. ConversionConversion EmoticonEmoticon