UKMKI Poltekkes Kemenkes Surabaya

Lembaga Dakwah Kampus Poltekkes Kemenkes Surabaya
Jl. Pucang Jajar Tengah 56 Surabaya

Kun The Winner - Jadilah Pemenang!

google.com

Waktu pertama kali saya menginjakkan kaki di tanah suci, salah satu di antara doa saya adalah, Ya Allah, semoga saya bisa punya hotel di tanah suci.” Yah, mimpi kan ga bayar. Doa juga. Malah kalo kita mau doa, kita malah dibayar oleh Allah.

Tahun 2006 saya menginjakkan kaki pertama kali di tanah suci. Alhamdulillaah. Sebelumnya ke Tanah Abang melulu, he he. Tanah Abang, rute wajib waktu jadi mahasiswa. Naik Koantas Bima 102 warna kuning jurusan Tanah AbangCiputat. Habis, habis” Ah, masih segar ingetan suara si abang kondektur waktu mengusir kami dengan halus. Belum sampe Tanah Abang, tapi sudah habis. Baru juga sampe Petamburan, dia udah pada muter, tapi ga papa saya memilih ga menggerutu. Ya, saya memilih turun aja. Pasrah. Daripada dibawa lagi ke Ciputat? He he he. Jalan dah. Sehat. Bisa melihat hiruk pikuk.

Tahun 2006 saya mulai menginjakkan kaki di Tanah Suci. Alhamdulillaah. Sejak itu, bulak-balik. Di sana, saya ngebelusuk hotel sana, hotel sini, baik di Madinah, maupun Makkah. Saya usahakan punya perasaan, bahwa kelak salah satu hotel di sana, bakal dikasih Allah ke saya. Pengen banget punya hotel di sana.

Bukan soal punyanya”. Tapi soal menyediakan tempat tinggal, tempat istirahat, buat tamu-tamu Allah. Kebayang sama saya betapa besar pahalanya. Untung dunia akhirat. Saya berusaha menyerap energi hotel-hotel tersebut dengan membayangkan sebagai owner hotel-hotel tersebut. Kadang-kadang geli sendiri membayangkan diri ini sebagai Emir kecil, he he. Membayangkan diri ini sebagai keluarga Pangeran Arab, he he. Dan saya pede, hidung saya dapet” dah. Belom pernah liat saya pake gamis dan sorban kepala? Wuih, ganteng, he he. Arab banget.

Pernah sejenak saya berpikir, bahwa Walaa tahinuu walaa tahzanuu, wa-antumul alawna in kuntum muminiin.” Ya Kenapa saya cuma membayangkan? Mending sekalian saya berdoa. Membayangkan itu seperti mimpi: gratis. Tapi doa, sekali lagi, justru dibayar oleh Allah. Rugi kalo cuma membayangkan, memimpikan. Sekalian aja berdoa

Allah berfirman di ayat yang saya sebut tadi, Jangan kecil hati, jangan sedih Kalian itu hebat, tinggi, bakal jaya Bakal sukses, bakal senang, bakal berhasil Jika beriman kepada Allah, percaya kepada-Nya.”

Percaya bahwa Allah bisa mewujudkan impian, itu juga adalah iman. Siapa yang saudara percaya bisa mewujudkan impian Saudara? Jika percayanya pada duit, maka tuhannya itu duit. Jangan. Percayalah pada Allah. Duit boleh ga ada, tapi Allah akan selalu ada.

Duit boleh ga ada, tapi Allah akan selalu ada.

Hingga kemudian Raja Arab membangun Grand Zamzam, hotel wakaf, yang keuntungannya untuk pemeliharaan dua masjid suci, Haram dan Nabawi. Bertambah semangat rasanya. Saya ga mau mikir segala keterbatasan saya. Saya mau mikirnya mikir Kekuasaan Allah saja. Alhamdulillah, saya dapat God Sign. Mudah-mudahan. God Sign itu apaan? Aayatun min aayaatillaah. Tanda-tanda dari Allah. Sebelum dapat yang dituju, diberi yang dipengeni, Allah suka ngasih tanda-tanda-Nya.

Saya menyadari, saya ini udah kayak owner hotel-hotel tersebut. Masuk ga chek-in, ga bayar, keluar ga ditagih. He he, dibayarin travel. Saya anggap ini God Sign awal dari Allah. Good Starting Point.



Bagikan artikel ini bila bermanfaat. "Barangsiapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka dia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya" (HR. Muslim)
Previous
Next Post »

Jika ada kesalahan silahkan berkomentar. Terima kasih telah saling mengingatkan dalam kebaikan dengan memberikan kritik dan saran. ConversionConversion EmoticonEmoticon