google.com
Salah
satu sifat setan yang bisa diteladani adalah
kegigihannya. Namun, jika setan gigih dalam melakukan berbagai macam cara
keburukan untuk menjerumuskan manusia ke dalam neraka, maka kita harus gigih
dalam melakukan ketaatan dan berbagai macam proyek kebaikan untuk sesama manusia
dalam rangka beribadah kepada Allah Ta’ala.
Saking gigihnya, setan akan melakukan semua
cara agar manusia bisa mengikuti jalannya. Bahkan, jika ada seorang hamba yang
sudah tidak bisa dijerumuskan dalam dosa-dosa besar dan maksiat-maksiat yang
amat berbahaya dampaknya, setan akan tetap melakukan serangkaian godaan kepada
hamba tersebut.
Setan, sebagaimana disebutkan oleh Imam al-Harits al-Muhasibi, jika sudah
tidak bisa menjerumuskan manusia melalui dosa-dosa besar, mereka akan menggoda
manusia untuk melakukan hal-hal yang sia-sia dan amalan-amalan yang tidak
diprioritaskan untuk dikerjakan.
“Setan,” tutur beliau, “akan menggoda manusia untuk melakukan maksiat samar dan tidak
disadari.” Bentuknya, “Setan akan menggoda mereka untuk melakukan ibadah yang seharusnya
diakhirkan dan merayu mereka untuk mengakhirkan ibadah yang harus didahulukan.”
Di
tahap inilah, seorang hamba harus mengetahui
pentingnya ilmu sehingga memahami prioritas amal. Ialah mendahulukan yang wajib
dan utama, lalu diikuti dengan amalan-amalan sunnah muakkad, barulah
mengerjakan sunah-sunnah lainnya.
Selanjutnya, ia juga harus mencukupkan diri dengan yang halal sebatas pada
kebutuhan hidupnya. Tidak boleh berlebih-lebihan. Sebab berlebihan dalam
beragama merupakan perbuatan yang dilarang dan pangkal keterjerumusan seorang
hamba.
Maka, jangan sampai kita mendahulukan sunnah Tahajjud, misalnya, namun
tertidur hingga meninggalkan jamaah Subuh awal waktu di masjid bersama kaum
Muslimin. Kita, hendaknya juga mengupayakan jamaah lima waktu di masjid bersama
kaum Muslimin bersamaan dengan kegetolan dalam melakukan sunnah Dhuha.
Begitu seterusnya. Dan hal ini harus
menjadi perhatian serius para kiyai, dai, ustadz, murabbi, musyrif, dan siapa
pun yang memiliki kepedulian untuk mengingatkan umat Islam.
Jangan
sampai umat berbondong-bondong melakukan amalan
syiar, misalnya, hingga larut malam, lalu tidak didapati jamaah Subuh kecuali
sebagian kecilnya saja. Demikian pula dengan amalan-amalan lain. Jangan sampai
sebagian kita sibuk mendengarkan musik islami dengan dalih mengambil semangat
dan manfaat, tapi luput dari mendengarkan dan membaca al-Qur’an yang
mulia.
Masih
banyak lagi hal-hal lain yang dijadikan pintu setan
untuk menjerumuskan orang-orang shalih. Karenanya, teruslah waspada dan mohonlah
pertolongan dari Allah Ta’ala. Wallahu a’lam.
Bagikan artikel ini bila bermanfaat. "Barangsiapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka dia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya" (HR. Muslim)
Sign up here with your email
Jika ada kesalahan silahkan berkomentar. Terima kasih telah saling mengingatkan dalam kebaikan dengan memberikan kritik dan saran. ConversionConversion EmoticonEmoticon