Saudaraku,
Adakah pernah kakimu lelah
melangkah?
Berjalan tanpa henti di bawah
teriknya matahari siang
Tertatih demi tegaknya
kalimat tauhid di bumi ini
Jika iya, maka berhentilah
sejenak
Coba pikirkanlah bagaimana
dulu Bilal menahan panas yang sama
Maaf, bukan serupa, tapi jauh
lebih dahsyat
Di tengah gurun, tandus,
tanpa alas dada dengan batu di atasnya
Tepat saat matahari di atas
ubun-ubun
Hanya untuk mengatakan
"Ahad... Ahad... Ahad..."
Lalu masihkah engkau mampu
mengeluh?
Saudaraku,
Mungkinkah sempat terlintas
padamu untuk berhenti saja?
Apalagi jika melihat duri dan
terjal menanti di setiap ruas jalan
Sedangkan tidak ada penawar
kecuali hanya keletihan
Jika iya, maka berhentilah
sejenak
Coba renungkan dahulu seperti
apa yassir dan sumayyah diuji
Tersiksa hingga terbunuh
Namun, janji Allah begitu
indah
Sungguh mereka telah melihat
surga kala masih di dunia
Lantas masihkah engkau
berpikir untuk mundur?
Saudaraku,
Meragukah dirimu sebab dunia
yang menjauh karena jalanmu ini?
Jalan dakwah yang telah kau
pilih sepintas terlihat merugikan
Lalu sedikit membuatmu
menyesal
Jika iya, maka berhentilah
sejenak
Coba bayangkan bagaimana dulu
pemuda tampan nan kaya raya
Lebih mewah dan
"wah" dari dirimu yang kau bayang-bayangkan
Adalah mush'ab bin umair
Menggadaikan seluruh hartanya
Pakaian mahal, parfum yang
menyerbak, hingga kemanjaan dari ibu
Hanya untuk menegakkan
kebenaran di relung hatinya
Maka bertanyalah pada uhud,
sungguh ia menjadi saksi
Bahwa pemuda yang
"hanya" berkafankan kain burdah itu
Telah meraih janjinya pada
Allah, sang pemilik 'Arsy
Lantas masihkah engkau ingin
menjauh?
Saudaraku,
Adakah dalam dakwah ini
hatimu sering tersayat?
Terluka oleh lisan saudaramu
yang terlupa kala itu
Lalu semua kau jadikan
berlalu menjadi lembaran silam
Yang enggan dan tak mungkin
kau buka kembali
Maka lupakah engkau betapa
luasnya samudera kesabaran Rasulullah?
Penyihir dan orang gila
adalah julukan dari orang-orang untuknya
Sampah dan kotoran adalah hal
yang biasa ia dapatkan dari lemparan-lemparan
Batu thaif telah membuat
pelipis dan anggota badannya terluka meneteskan darah
Tapi, apakah beliau pernah
mengeluh?
Apakah beliau meminta agar
adzab Allah disegerakan buat mereka?
Ataukah beliau mundur dan
berhenti?
Kalla... Wahai saudaraku
Andai saja kau mau bersabar
sedikit saja
Mengatur serpihan-serpihan
hatimu yang sedari tadi berserakan
Dan kau merekah ulang sejarah
mereka dengan senyuman
Maka malulah
Dan tunduk lihat bahwa kakimu
masih mau berjalan bersamamu
Tentu di jalan ini, jalan
yang sulit ini
Sebab ketahuilah:
"Seandainya kebenaran
selalu menang maka barisan perjuangan akan dipenuhi oleh orang-orang munafik,
dan seandainya kebathilan selalu menang maka orang-orang beriman akan
dihinggapi keraguan di atas jalan kebenaran." (Imam Ibnul Qayyim
al-Jauziyyah)
Oleh: Ust. Sahal
Bagikan artikel ini bila bermanfaat. "Barangsiapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka dia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya" (HR. Muslim)
Sign up here with your email
Jika ada kesalahan silahkan berkomentar. Terima kasih telah saling mengingatkan dalam kebaikan dengan memberikan kritik dan saran. ConversionConversion EmoticonEmoticon