google.com
Tsabit Al Bannani berkata “Ibadah malam dapat menolong seseorang dari kesulitan hari kiamat“. Setiap malam beliau membangunkan keluarganya sambil berkata “ Bangun dan salat malamlah kalian semua. Sebab ibadah malam dapat menolong kalian dari kesulitan di hari kiamat !.”
Ibnul Qayyim Al Jauziyah menulis “ Qiyamul Lail kemuliaan bagi yang melaksanakannya, sebab mereka selalu memuliakan bangun malam untuk mencari ridha Allah di antara waktu-waktu yang berat. Oleh karena itu, mereka selalu diikuti jejaknya, disemati mahkota kemuliaan Illahi, yaitu cahaya di dalam hati, cahaya di wajah, cahaya dalam hidup dan cahaya di saat kematiannya, semata-mata sebagai balasan dari lamanya mereka untuk bangun menghadap Allah di tengah kepekatan malam.” Muhammad bin Shalil Ash-Sha’ari berkilah “Keagungan yang akan didapatkan oleh orang yang bangun malam adalah bahwa Allah dan malaikat akan membanggakannya.”
Gerbang surga adalah dicintai Allah. “ Passwordnya “ adalah Tahajjud. Ini tidaklah mengherankan, karena telah dijanjikan oleh Allah swt antara lain dalam surah Al Isra’ 79. Mereka yang ingin meraih kedudukan terhormat, dapat memasuki surga tanpa hisab serta menatap wajah Allah, hendaknya istiqamah tahajjud. Umar bin Khattab ra berkata “Seorang mukmin harus giat dan bersemangat dalam menjalankan ibadah demi mencari surga. Siapa yang bermalas – malas, ia tidak akan mendapatkannya.” Ama’bin Yazid berkata bahwa Rasulullah saw bersabda “ Pada hari kiamat nanti semua orang akan dibangkitkan di suatu tempat, lalu ada suara yang memanggil, ‘ Dimana orang – orang yang bangun malam untuk beribadah,’. Mereka pun berdiri .Jumlah mereka sangat sedikit. Mereka masuk surga tanpa dihitung amalnya. Sementara yang lain, digiring ke tampat pemeriksaan amal “ ( HR.Baihaqi ).
Al Mutahhajjid, atau ahli tahajjud, kelak lamanya berdiri di padang mahsyar tidak begitu memberatkan. Allah swt berfirman “ Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari. Sesungguhnya mereka ( orang kafir ) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat ( akhirat ) “ ( Al Insan 26-27 ). Ibbu Abbas RA berkata “Barangsiapa yang senang bila lamanya berdiri di hari kiamat diringankan oleh Allah, maka hendaklah ia memperlihatkan dirinya kepada Allah di malam hari dengan bersujud dan berdiri mengingat hari akhirat.” Juga Imam Abu Amr Al Auz Ra bertutur “ Barangsiapa yang suka berlama-lama mengerjakan qiyamul lail, maka Allah akan memudahkan baginya ketika menghadapi masa yang lama berdiri di hari kebangkitan “
Ali mendengar Rasul saw bersabda “ Di surga ada pohon rindang yang berbuah perhiasan. Sementara di bawahnya terdapat kuda dari emas dan siap ditunggangi. Pelana dan kendalinya terbuat dari Yakut.Kuda itu tidak membuang kotoran. Ia mempunyai sayap. Lompatannya sejauh mata memandang. Penduduk surga mengendarainya. Kuda itu terbang kehendak penunggangnya. Melihat semua itu, penduduk surga yang derajatnya lebih rendah bertanya kepada Allah, ‘ Tuhan, amal apa yang membawa mereka sampai kepada keistimewaan ini ? ‘. Allah swt menjawab, ‘ Mereka salat di malam hari, sementara kalian tidur, mereka berpuasa, sementara kalian tidak, dan mereka berperang, sementara kalian pengecut.’” ( HR.Ibnu Abu ad Dunya ) .
Wallahu’alam
Oleh: Kutub
Bagikan artikel ini bila bermanfaat. "Barangsiapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka dia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya" (HR. Muslim)
Sign up here with your email

Jika ada kesalahan silahkan berkomentar. Terima kasih telah saling mengingatkan dalam kebaikan dengan memberikan kritik dan saran. ConversionConversion EmoticonEmoticon