google.com
Ketika seorang ustadz ditanya oleh
seseorang: “Bagaimana cara mengatur waktu antara kuliah dan belajar ilmu syar’i/ngaji/menghafal
al-Quran??”
Maka, ustadz ini menjawab sebagaimana
ustadznya beliau dulu menjawab yang serupa jika ditanya tentang hal ini..
Maka tanggapan beliau ketika ditanya
tentang hal ini adalah:”Ini adalah pertanyaan yang sangat aneh, mengapa aneh?? Karena
teman-teman kita tidak pernah menanyakan bagaimana caranya membagi waktu antara
kuliah dan pacaran, teman-teman kita tidak pernah menanyakan bagaimana cara
membagi waktu kuliah dengan bermain bola, bermain basket, demonstrasi, naik
gunung, main game, rapat, dll..
Mereka tidak pernah menanyakan hal ini, dan
buktinya mereka bisa menjalankan keduanya..
Apa maknanya? Makna dari hal ini sangatlah
dalam, ketika teman-teman kita ada yang bisa membagi waktunya dengan melakukan
kemaksiatan atau melakukan hal-hal yang bisa menjauhkannya dari ketaatan kepada
Allah, kita malah menanyakan bagaimana cara membagi waktu dengan hal-hal yang
terkait dengan ketaatan kepada Allah, misalnya membagi waktu antara kuliah
dengan menuntut ilmu syar’i..
Teman-teman kita yang merupakan aktivis
BEM, mereka rapat setiap malam, terutama ketika akan melakukan demo, mereka
sampai kewalahan bahkan ada yang sampai meninggalkan kuliah, praktikum inhal,
namun kenyataannya mereka bisa membagi waktu dengan kondisi mereka yang seperti
itu..
Teman-teman kita yang pacaran juga seperti
itu, sebelum kuliah mereka harus mengantar pacarnya terlebih dahulu, setelah
itu siangnya mereka janjian lagi untuk menentukan akan makan siang dimana,
nanti malam mereka janjian lagi untuk makan dimana, mereka juga janjian untuk
nonton film-film terbaru di bioskop-bioskop, dan lain sebagainya.
Dan lagi-lagi mereka tidak pernah mengeluh
dengan aktivitas mereka, mereka tidak pernah menanyakan bagaimana caranya
membagi waktu antara kuliah dan pacaran..
Ketika teman-teman kita bisa membagi waktunya
untuk kuliah dan melakukan kemaksiatan atau hal-hal yang menjauhkan dari
ketaatan, mereka tidak pernah mengeluh, lantas mengapa kita justru mengeluh??
Kita mengeluh karena tidak bisa membagi
waktu antara kuliah dan melakukan ketaatan kepada Allah???!
Maka renungkanlah hal ini, agar tidak akan
muncul pertanyaan seperti ini lagi..”
Ketahuilah, bahwa hasil apapun yang kita
raih selama kita tholabul ‘ilmi (menuntut ilmu), itu akan sebanding dengan usaha yang telah
kita kerahkan.. dan sejauh apa target yang kita harapkan..
Misalnya kalau kita hanya ingin sekedar
kenal Bahasa Arab, akan berbeda hasilnya dengan orang yang ingin bisa menguasai
Bahasa Arab..
Intinya adalah bagaimana cara membagi waktu
antara belajar agama dan ilmu dunia, berbagi waktu dengan keluarga, agar semua
hak dapat ditunaikan dengan baik,, karena kalau hal ini tidak dilakukan, untuk
apa kita hidup di dunia ini??
Semoga kita bisa mengambil manfaat dan
pelajaran dari hal ini, dan semoga yang sedikit ini bisa dijadikan sebagai
motivasi untuk diri kita sendiri...
Bagikan artikel ini bila bermanfaat. "Barangsiapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka dia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya" (HR. Muslim)
Sign up here with your email
Jika ada kesalahan silahkan berkomentar. Terima kasih telah saling mengingatkan dalam kebaikan dengan memberikan kritik dan saran. ConversionConversion EmoticonEmoticon