google.com
Masih ingat kisah seorang sahabat yang dikabarkan Rasulullah
masuk surga karena setiap malam sebelum tidur dia selalu memaafkan kesalahan
orang-orang yang berbuat salah kepadanya?.
Masih ingat kisahnya Bilal bin Rabbah, dalam sebuah hadist
yang diriwayatkan Imam Bukhari, Rasulullah berkata kepada Bilal, “Ceritakanlah kepadaku amal apa
yang amat engkau harapkan dalam Islam, sebab aku mendengar suara kedua sandalmu
di surga?” Bilal menjawab: “Tidak ada amal ibadah yang
paling kuharapkan selain setiap aku berwudhu baik siang atau malam aku selalu
shalat setelahnya sebanyak yang aku suka”.
Masih ingat kisah seorang Wanita yang sudah bertahun-tahun
dikubur namun jasad dan wajahnya tampak seperti baru dikuburkan. Bahkan dengan
senyuman yang sangat berseri di wajahnya. Ketika ditanyakan kepada ibunya, apa
yang telah dilakukannya selama hidup di dunia, sehingga mendapatkan kemulian
tersebut. Amal istimewa yang selalu dilakukan selama hidupnya adalah tilawah
Qur’an setiap habis sholat
meskipun hanya sebentar.
Ada juga cerita seorang akhwat, yang terkena bencana Tsunami
di Aceh saat sedang mengisi dauroh di sebuah kampus ternama di Aceh. Jasadnya
tidak rusak, bahkan pakaiannya masih utuh tanpa ada yang robek. Padahal
kebanyakan orang yang meninggal di lokasi yang sama dengannya mengalami
luka-luka yang mengerikan. Ibu ini adalah seseorang yang senantiasa menjaga
auratnya semenjak berusia baligh sampai dia meninggal dunia.
Masih dari Aceh, saat proses pencarian korban tsunami.
Relawan-relawan yang setiap hari tugasnya berhadapan dengan mayat-mayat yang
setengah membusuk, hancur dan bau dikarenakan lama terendam di air dan tertimpa
reruntuhan bangunan, suatu hari mencium bau yang sangat wangi. Mereka penasaran
darimana sumber bau wangi itu diantara bau busuk dari mayat-mayat yang lain.
Bau wangi ini terasa sangat istimewa, seakan-akan jadi penghibur bagi mereka
yang bertemankan dengan bau-bau yang menusuk hidung. Setelah lama berusaha
mencarinya, mereka akhirnya menemukan sumber bau yang istimewa itu, ternyata
dari salah seorang korban tsunami.
Tapi mayat ini amat istimewa, selain mengeluarkan bau yang
wangi, jasadnya tidak rusak sedikitpun. Bahkan wajahnya dihiasi dengan senyuman
kebahagiaan. Karena istimewanya mayat ini, para relawan memutuskan untuk tidak
menguburkan jenazahnya di kuburan massal seperti mayat-mayat yang lain. Mereka
berusaha mencari identitas korban dengan mengumumkan penemuan jenazah tersebut
kepada masyarakat. Ternyata ada anggota keluarga yang mengenali jenazah
tersebut dan membawa pulang jenazahnya untuk dikuburkan secara layak. Namun,
sebelum anggota keluarga membawa pulang jenazah tersebut, relawan- relawan yang
penasaran bertanya, apa yang telah dilakukan oleh jenazah tersebut selama hidup
didunia”?. Anggota keluarganya
menjelaskan, bahwa jenazah tersebut adalah seorang hafidzah yang istiqomah
menjaga hafalannya. Memuraja’ah
hafalannya setiap hari.
Belajar dari beberapa cerita diatas, hendaknya kita juga
memiliki amalan istimewa yang konsisten kita lakukan setiap harinya. Kemuliaan
mereka terlihat dari konsistennya mereka menjaga amalnya. Meskipun terkesan
sederhana, tapi tidak banyak orang yang konsisten dan mampu melaksanakannya.
Merekalah orang-orang pilihan yang memiliki keunikan dan keunggulan
dibandingkan yang lain.
Sesungguhnya Surga itu memiliki banyak pintu, dan setiap
orang akan memasuki pintu-pintu tersebut sesuai amal terbaiknya atau amal
unggulannya selama hidup. Meskipun kita juga memiliki kesempatan memasuki surga
melalui semua pintu seperti Abu Bakar As-Shiddiq, tapi yang paling penting
adalah kita harus mempersiapkan amal terbaik kita dihadapan Allah Subhaanahu Wa
Ta’aalaa, untuk selanjutnya kita
serahkan kepada Allah untuk menilainya sembari kita memohon kepada Allah agar
memasukkan kita kebarisan orang-orang yang mendapatkan kemuliaan Jannah-Nya.
Dalam 24 jam waktu kita, begitu banyak ibadah yang bisa
menjadi amalan unggulan kita. Misalnya:
Sholat berjamaah tepat pada waktunya.
Bersedekah setiap harinya.
Berwudhu sebelum tidur/selalu menjaga wudhu dalam keadaan dan
kondisi bagaimanapun.
Puasa senin-kamis.
Selalu mengucapkan salam saat bertemu dengan saudara seiman,
selalu tersenyum dan berwajah ceria saat bertemu orang lain.
Tilawah Qur’an
setiap habis sholat, menghafal Qur’an
walau cuman seayat habis sholat.
Memakai pakaian terbaik saat sholat.
Selalu mengucapkan hamdalah ketika mendapatkan nikmat Allah.
Dan sebagainya.
Allah mencintai amal yang kita lakukan secara konsisten
(terus menerus) meskipun sedikit. Maka milikilah amalan istimewa yang hanya
dirimu dan Allah saja mengetahuinya. Kerjakanlah secara konsisten walaupun
amalan tersebut sederhana, tapi yakinlah tidak semua orang mampu istiqomah
mengerjakannya.
Selamat memiliki amalan istimewa!
Bagikan artikel ini bila bermanfaat. "Barangsiapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka dia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya" (HR. Muslim)
Sign up here with your email

Jika ada kesalahan silahkan berkomentar. Terima kasih telah saling mengingatkan dalam kebaikan dengan memberikan kritik dan saran. ConversionConversion EmoticonEmoticon